|
|
| Penulis |
: |
|
| Karya Ilmiah |
: |
Prosiding |
| Penerbit |
: |
Prosiding, Universitas Informatika dan Bisnis Indonesia |
| Tahun Terbit |
: |
2015 |
| Volume |
: |
|
| ISSN |
: |
2088-2068 |
| Halaman |
: |
133 - 143 |
| Kata Kunci |
: |
Kriptografi, Caesar Cipher, Subtisusi, Hash, Fisher-Yates. |
| Abstrak |
: |
Saat ini, banyak orang menggunakan internet untuk komunikasi data, tetapi sedikit orang
yang menyadari bahwa pentingnya keamanan data pada komunikasi tersebut. Kriptografi adalah sebuah teknik untuk memproteksi data atau pesan dengan mengubah pesan menjadi kode unik, kemudian hanya pengirim dan penerima yang dapat mengerti pesan tersebut. Caesar cipher adalah salah satu metode kriptografi dengan teknik subtisusi, dimana setiap karakter pada pesan ditukar dengan karakter pada tabel hash, dengan syarat pengirim dan penerima memiliki kunci dan tabel tabel hash yang sama. Pada dasarnya metode Caesar cipher menggunakan tabel hash dengan karakter A-Z,
dimana tabel hash ini diacak dari kanan kekiri berdasarkan kunci yang sudah disepakati untuk
proses enkripsi dan dekripsi. Sehingga jika menggunakan kunci dengan kelipatan 26 maka
orang lain mudah mendapatkan pesan rahasianya.
Penelitian ini mengkombinasi antara metode Caesar cipher dan algoritma pengacakan
Fisher-Yates, sehingga proses pengacakan karakter pada tabel hash sulit ditemukan, karena
algoritma Fisher-Yates tidak membatasi angka atau kunci untuk proses pengacakan pada tabel
hash, maka pesan diproteksi dengan lebih kuat.
|
|
| Inti Sari |
: |
Saat ini, banyak orang menggunakan internet untuk komunikasi data, tetapi sedikit orang
yang menyadari bahwa pentingnya keamanan data pada komunikasi tersebut. Kriptografi adalah
sebuah teknik untuk memproteksi data atau pesan dengan mengubah pesan menjadi kode unik,
kemudian hanya pengirim dan penerima yang dapat mengerti pesan tersebut. Caesar cipher
adalah salah satu metode kriptografi dengan teknik subtisusi, dimana setiap karakter pada pesan
ditukar dengan karakter pada tabel hash, dengan syarat pengirim dan penerima memiliki kunci
dan tabel tabel hash yang sama.
Pada dasarnya metode Caesar cipher menggunakan tabel hash dengan karakter A-Z,
dimana tabel hash ini diacak dari kanan kekiri berdasarkan kunci yang sudah disepakati untuk
proses enkripsi dan dekripsi. Sehingga jika menggunakan kunci dengan kelipatan 26 maka
orang lain mudah mendapatkan pesan rahasianya.
Penelitian ini mengkombinasi antara metode Caesar cipher dan algoritma pengacakan
Fisher-Yates, sehingga proses pengacakan karakter pada tabel hash sulit ditemukan, karena
algoritma Fisher-Yates tidak membatasi angka atau kunci untuk proses pengacakan pada tabel
hash, maka pesan diproteksi dengan lebih kuat.
|
| |
|
|
|
|
| |
|
|
|