Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh struktur tata kelola perusahaan dari kinerja keuangan yang diukur dengan Return on Equity (ROE). Struktur tata kelola perusahaan (GCG) diwakili oleh sejumlah variabel atas : jumlah direksi, jumlah dewan komisaris, frekuensi pertemuan komite audit dan kepemilikan institusional. Ini dipelajari dengan menggunakan 146 sampel perusahaan publik berbasis manufaktur di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2012-2014.
Hasil penelitian menunjukkan tidak ada pengaruh yang signifikan antara jumlah komisaris dan frekuensi pertemuan komite audit dengan kinerja keuangan. Namun, penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara jumlah komisaris dan kepemilikan institusional dan kinerja keuangan.
|