Apycom jQuery Menus
 


 

 

 

PENGGUNAAN DUA KERANGKA KERJA UNTUK AUDIT KEAMANAN SISTEM INFORMASI
26
Jan 2016
Penulis : Titan Parama Yoga
Karya Ilmiah :
Penerbit : Insearch, Universitas Informatika dan Bisnis Indonesia
Tahun Terbit : 2016
Volume : 15
ISSN : 2085-7993
Halaman : 29-55
Kata Kunci : Sistem Informasi, Audit, Keamanan, Kerangka Kerja
Abstrak :

Sistem Informasi yang baik adalah sistem informasi yang dapat memberikan kemudahan, pelayanan terbaik dan ketepatan dalam hal pemberian informasi namun pada kenyataannya masih sering didapati sistem informasi yang belum maksimal dalam hal memberikan kemudahan, pelayanan terbaik dan ketepatan untuk pemberian informasi. Hal tersebut dikarenakan sistem informasi mendapat atau memiliki berbagai permasalahan khususnya dari keamanan sistem informasi. Audit keamanan sistem informasi adalah salah satu cara untuk mengetahui tingkat keamanan sistem informasi tersebut. Hasil dari audit keamanan sistem informasi dapat berupa rekomendasi untuk pihak yang berwenang terhadap keamanan sistem informasi untuk selanjutnya ditindaklanjuti untuk melakukan perbaikan-perbaikan sehingga sistem informasi dapat berjalan maksimal. Pada proses audit keamanan sistem informasi terkadang sebagian auditor tidak cukup puas hanya dengan menggunakan satu kerangka kerja penilaian. Di beberapa kasus terkadang auditor menggunakan dua bahkan lebih kerangka kerja penilaian. Tujuan dari penggunaan dua atau lebih kerangka kerja penilaian adalah untuk lebih menyempurnakan atau memdapatkan penilaian terbaik karena dinilai oleh dua atau lebih kerangka kerja penilaian. Kata Kunci : Pendidikan dan pelatihan, motivasi kerja, insentif, kinerja pegawai


Inti Sari :

Sistem Informasi yang baik adalah sistem informasi yang dapat memberikan kemudahan, pelayanan terbaik dan ketepatan dalam hal pemberian informasi namun pada kenyataannya masih sering didapati sistem informasi yang belum maksimal dalam hal memberikan kemudahan, pelayanan terbaik dan ketepatan untuk pemberian informasi. Hal tersebut dikarenakan sistem informasi mendapat atau memiliki berbagai permasalahan khususnya dari keamanan sistem informasi. Audit keamanan sistem informasi adalah salah satu cara untuk mengetahui tingkat keamanan sistem informasi tersebut. Hasil dari audit keamanan sistem informasi dapat berupa rekomendasi untuk pihak yang berwenang terhadap keamanan sistem informasi untuk selanjutnya ditindaklanjuti untuk melakukan perbaikan-perbaikan sehingga sistem informasi dapat berjalan maksimal. Pada proses audit keamanan sistem informasi terkadang sebagian auditor tidak cukup puas hanya dengan menggunakan satu kerangka kerja penilaian. Di beberapa kasus terkadang auditor menggunakan dua bahkan lebih kerangka kerja penilaian. Tujuan dari penggunaan dua atau lebih kerangka kerja penilaian adalah untuk lebih menyempurnakan atau memdapatkan penilaian terbaik karena dinilai oleh dua atau lebih kerangka kerja penilaian. Kata Kunci : Pendidikan dan pelatihan, motivasi kerja, insentif, kinerja pegawai

     
     
Powered by Shinzo Technologies and Sidik Hanrei