Apycom jQuery Menus
 


 

 

 

MANAJEMEN PROYEK DIGITAL FORENSIC UNTUK E-COMMERCE (STUDI KASUS APLIKASI MOBILE GO-JEK)
26
Jan 2016
Penulis : Abu Walad
Karya Ilmiah :
Penerbit : Insearch, Universitas Informatika dan Bisnis Indonesia
Tahun Terbit : 2016
Volume : 15
ISSN : 2085-7993
Halaman : 19-28
Kata Kunci : Manajemen Proyek, Digital Forensik, E-commerce, Go-jek
Abstrak :

Penelitian ini dilatarbelakangi dari maraknya penipuan yang disebabkan oleh oknum konsumen dan oknum driver atau karyawan di perusahaan jasa transportasi GO-JEK yang menggunakan aplikasi mobile di smartphone. Untuk menanggulangi kasus tersebut penulis menggunakan manajemen proyek digital forensik yang selanjutnya diterapkan pada e-commerce (aplikasi mobile) GO-JEK. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif – kualitatif, yaitu prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata – kata tertulis atau lisan dari orang – orang dan perilaku yang dapat diamati.Adapun sampel penelitian ini didapat dari hasil wawancara terhadap beberapa orang konsumen dan driver GO-JEK yang ada di Bandung. Dari hasil analisis, informasi, dan wawancara yang didapat,  penipuan yang dilakukan oleh pihak oknum konsumen GO-JEK dilakukan dengan cara membuat email dan nomor baru untuk didaftarkan pada aplikasi mobile GO-JEK selagi ada sistem referensi yang mendapat kredit Rp 50.000. Sedangkan penipuan yang dilakukan oleh pihak oknum driver GO-JEK, pengojek berbasis aplikasi menyamar (berpura-pura) sebagai penumpang yang memesan order sekaligus berperan sebagai pengojek yang menerima order. Driver GO-JEK tersebut menggunakan dua buah handphone dengan dua aplikasi di dalamnya.Satu handphone digunakan untuk membuat order, satu lagi untuk menerima order. Dengan begitu driver GO-JEK akan tercatat di sistem bahwa ia telah memenuhi order tersebut, sementara ulasan atau pemberian rating juga bisa dimanipulasi oleh driver GO-JEK sendiri. Dengan adanya penelitian ini, diharapkan kedepannya pihak perusahaan GO-JEK lebih tanggap dalam menyikapi permasalahan tersebut, misalnya dengan menambah peraturan baru atau fitur-fitur baru pada aplikasinya sehingga meminimalisir tindak kejahatan.


Inti Sari :

Penelitian ini dilatarbelakangi dari maraknya penipuan yang disebabkan oleh oknum konsumen dan oknum driver atau karyawan di perusahaan jasa transportasi GO-JEK yang menggunakan aplikasi mobile di smartphone. Untuk menanggulangi kasus tersebut penulis menggunakan manajemen proyek digital forensik yang selanjutnya diterapkan pada e-commerce (aplikasi mobile) GO-JEK. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif – kualitatif, yaitu prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata – kata tertulis atau lisan dari orang – orang dan perilaku yang dapat diamati.Adapun sampel penelitian ini didapat dari hasil wawancara terhadap beberapa orang konsumen dan driver GO-JEK yang ada di Bandung. Dari hasil analisis, informasi, dan wawancara yang didapat,  penipuan yang dilakukan oleh pihak oknum konsumen GO-JEK dilakukan dengan cara membuat email dan nomor baru untuk didaftarkan pada aplikasi mobile GO-JEK selagi ada sistem referensi yang mendapat kredit Rp 50.000. Sedangkan penipuan yang dilakukan oleh pihak oknum driver GO-JEK, pengojek berbasis aplikasi menyamar (berpura-pura) sebagai penumpang yang memesan order sekaligus berperan sebagai pengojek yang menerima order. Driver GO-JEK tersebut menggunakan dua buah handphone dengan dua aplikasi di dalamnya.Satu handphone digunakan untuk membuat order, satu lagi untuk menerima order. Dengan begitu driver GO-JEK akan tercatat di sistem bahwa ia telah memenuhi order tersebut, sementara ulasan atau pemberian rating juga bisa dimanipulasi oleh driver GO-JEK sendiri. Dengan adanya penelitian ini, diharapkan kedepannya pihak perusahaan GO-JEK lebih tanggap dalam menyikapi permasalahan tersebut, misalnya dengan menambah peraturan baru atau fitur-fitur baru pada aplikasinya sehingga meminimalisir tindak kejahatan.

     
     
Powered by Shinzo Technologies and Sidik Hanrei