|
|
| Penulis |
: |
Abu Walad |
| Karya Ilmiah |
: |
|
| Penerbit |
: |
Insearch, Universitas Informatika dan Bisnis Indonesia |
| Tahun Terbit |
: |
2016 |
| Volume |
: |
15 |
| ISSN |
: |
2085-7993 |
| Halaman |
: |
19-28 |
| Kata Kunci |
: |
Manajemen Proyek, Digital Forensik, E-commerce, Go-jek |
| Abstrak |
: |
Penelitian ini dilatarbelakangi dari maraknya penipuan yang disebabkan oleh oknum konsumen dan oknum driver atau karyawan di perusahaan jasa transportasi GO-JEK yang menggunakan aplikasi mobile di smartphone. Untuk menanggulangi kasus tersebut penulis menggunakan manajemen proyek digital forensik yang selanjutnya diterapkan pada e-commerce (aplikasi mobile) GO-JEK. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif – kualitatif, yaitu prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata – kata tertulis atau lisan dari orang – orang dan perilaku yang dapat diamati.Adapun sampel penelitian ini didapat dari hasil wawancara terhadap beberapa orang konsumen dan driver GO-JEK yang ada di Bandung. Dari hasil analisis, informasi, dan wawancara yang didapat, penipuan yang dilakukan oleh pihak oknum konsumen GO-JEK dilakukan dengan cara membuat email dan nomor baru untuk didaftarkan pada aplikasi mobile GO-JEK selagi ada sistem referensi yang mendapat kredit Rp 50.000. Sedangkan penipuan yang dilakukan oleh pihak oknum driver GO-JEK, pengojek berbasis aplikasi menyamar (berpura-pura) sebagai penumpang yang memesan order sekaligus berperan sebagai pengojek yang menerima order. Driver GO-JEK tersebut menggunakan dua buah handphone dengan dua aplikasi di dalamnya.Satu handphone digunakan untuk membuat order, satu lagi untuk menerima order. Dengan begitu driver GO-JEK akan tercatat di sistem bahwa ia telah memenuhi order tersebut, sementara ulasan atau pemberian rating juga bisa dimanipulasi oleh driver GO-JEK sendiri. Dengan adanya penelitian ini, diharapkan kedepannya pihak perusahaan GO-JEK lebih tanggap dalam menyikapi permasalahan tersebut, misalnya dengan menambah peraturan baru atau fitur-fitur baru pada aplikasinya sehingga meminimalisir tindak kejahatan.
|
|
| Inti Sari |
: |
Penelitian ini dilatarbelakangi dari maraknya penipuan yang disebabkan oleh oknum konsumen dan oknum driver atau karyawan di perusahaan jasa transportasi GO-JEK yang menggunakan aplikasi mobile di smartphone. Untuk menanggulangi kasus tersebut penulis menggunakan manajemen proyek digital forensik yang selanjutnya diterapkan pada e-commerce (aplikasi mobile) GO-JEK. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif – kualitatif, yaitu prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata – kata tertulis atau lisan dari orang – orang dan perilaku yang dapat diamati.Adapun sampel penelitian ini didapat dari hasil wawancara terhadap beberapa orang konsumen dan driver GO-JEK yang ada di Bandung. Dari hasil analisis, informasi, dan wawancara yang didapat, penipuan yang dilakukan oleh pihak oknum konsumen GO-JEK dilakukan dengan cara membuat email dan nomor baru untuk didaftarkan pada aplikasi mobile GO-JEK selagi ada sistem referensi yang mendapat kredit Rp 50.000. Sedangkan penipuan yang dilakukan oleh pihak oknum driver GO-JEK, pengojek berbasis aplikasi menyamar (berpura-pura) sebagai penumpang yang memesan order sekaligus berperan sebagai pengojek yang menerima order. Driver GO-JEK tersebut menggunakan dua buah handphone dengan dua aplikasi di dalamnya.Satu handphone digunakan untuk membuat order, satu lagi untuk menerima order. Dengan begitu driver GO-JEK akan tercatat di sistem bahwa ia telah memenuhi order tersebut, sementara ulasan atau pemberian rating juga bisa dimanipulasi oleh driver GO-JEK sendiri. Dengan adanya penelitian ini, diharapkan kedepannya pihak perusahaan GO-JEK lebih tanggap dalam menyikapi permasalahan tersebut, misalnya dengan menambah peraturan baru atau fitur-fitur baru pada aplikasinya sehingga meminimalisir tindak kejahatan.
|
| |
|
|
|
|
| |
|
|
|