Apycom jQuery Menus
 


 

 

 

Analisis Laporan Keuangan Perusahaan Debitur Sebagai Dasar Pengambilan Keputusan Pemberian Kredit Modal Kerja PT Bank Jabar Cabang Suci Bandung
04
Des 2011
Penulis :
Karya Ilmiah :
Penerbit : Insearch, Universitas Informatika dan Bisnis Indonesia
Tahun Terbit : 2011
Volume : 5
ISSN : 2085-7993
Halaman : 122-142
Kata Kunci : Analisis, Laporan Keuangan, Rasio Keuangan, Kredit Modal Kerja
Abstrak :

Analisis  laporan  keuangan  merupakan  teknik  analisis  yang  dilakukan  bank  dalam  menganalisis aspek  keuangan  perusahaan  debitur  sebagai  dasar  pengambilan  keputusan  pemberian  kredit modal kerja.

Pembahasan  Jurnal  yang  berjudul  “ANALISIS  LAPORAN  KEUANGAN  PERUSAHAAN DEBITUR SEBAGAI  DASAR  PENGAMBILAN  KEPUTUSAN  PEMBERIAN  KREDIT MODAL KERJA”  ini,  difokuskan pada  sejauhmana  analisis  laporan  keuangan  menjadi dasar  pengambilan keputusan  pemberian kredit  modal  kerja.  Berdasarkan  masalah diatas  penulis  melakukan  pengumpulan data mengenai perusahaan  yang  menjadi  objek penelitian  melalui  beberapa  teknik,  yaitu  teknik dokumentasi, teknik  studi  pustaka  dan teknik  wawancara,  sedangkan  untuk  mengolah  data  yang diperoleh digunakan  teknik analisis  rasio  keuangan  dengan  metode  horizontal  yaitu  analisis  dengan mengadakan perbandingan laporan keuangan untuk beberapa periode atau beberapa saat, sehingga akan diketahui perkembangannya. Analisis rasio keuangan ini didasarkanpada laporan keuanganperusahaan debitur  PT.  Bank  JABAR,  bulan  Februari,  Maret  dan  April  2005, dan dibuat  perkiraan  untuk  tahun proyeksi  dengan  kenaikan  penjualan  sebesar  20%. Rasio keuangan  yang  dihitung  terdiri  dari:  Rasio likuiditas,  dihitung  current  ratio  dan quick  ratio, berdasarkan  hasil  perhitungannya  menunjukkan bahwa  perusahaan  dalam keadaan  likuid artinya perusahaan  mampu  membayar  hutang  jangka  pendek tepat  pada waktunya.  Rasio  solvabilitas, dihitung  total  debt  to  equity  ratio,  berdasarkan  hasil perhitungannya  menunjukkan  bahwa perusahaan  dalam  keadaan  solvabel  artinya perusahaan  mampu membayar  seluruh  hutangnya baik  hutang  jangka  pendek  maupun hutang  jangka  panjang.  Rasio rentabilitas,  dihitung  net profit  margin  dan  rate  of  asset, berdasarkan  hasil  perhitungannya menunjukkan  bahwa perusahaan  dalam  keadaan rentabel  artinya  perusahaan  mampu  memperoleh  laba pada  suatu periode  tertentu. Rasio  aktivitas,  dihitung  receivable  turn  over  dan  inventory  turn  over, berdasarkan  hasil perhitungannya  menunjukkan  bahwa  perusahaan  dalam  keadaan  mampu melakukan aktivitas dalam menjalankan kegiatan perusahaan.

Berdasarkan  hasil  perhitungan  rasio  keuangan  diatas  maka  dapat  disimpulkan  bahwa perusahaan  debitur  memiliki  kinerja  perusahaan  yang  sehat  sehingga  layak  diberikan kredit (permohonan kreditnya dapat disetujui). Jadi, dalam hal ini penulis berpendapat bahwa analisis laporan keuangan perusahaan debitur menjadidasarpengambilan keputusan pemberian kredit modalkerja.


Inti Sari :

Analisis  laporan  keuangan  merupakan  teknik  analisis  yang  dilakukan  bank  dalam  menganalisis aspek  keuangan  perusahaan  debitur  sebagai  dasar  pengambilan  keputusan  pemberian  kredit modal kerja.

Pembahasan  Jurnal  yang  berjudul  “ANALISIS  LAPORAN  KEUANGAN  PERUSAHAAN DEBITUR SEBAGAI  DASAR  PENGAMBILAN  KEPUTUSAN  PEMBERIAN  KREDIT MODAL KERJA”  ini,  difokuskan pada  sejauhmana  analisis  laporan  keuangan  menjadi dasar  pengambilan keputusan  pemberian kredit  modal  kerja.  Berdasarkan  masalah diatas  penulis  melakukan  pengumpulan data mengenai perusahaan  yang  menjadi  objek penelitian  melalui  beberapa  teknik,  yaitu  teknik dokumentasi, teknik  studi  pustaka  dan teknik  wawancara,  sedangkan  untuk  mengolah  data  yang diperoleh digunakan  teknik analisis  rasio  keuangan  dengan  metode  horizontal  yaitu  analisis  dengan mengadakan perbandingan laporan keuangan untuk beberapa periode atau beberapa saat, sehingga akan diketahui perkembangannya. Analisis rasio keuangan ini didasarkanpada laporan keuanganperusahaan debitur  PT.  Bank  JABAR,  bulan  Februari,  Maret  dan  April  2005, dan dibuat  perkiraan  untuk  tahun proyeksi  dengan  kenaikan  penjualan  sebesar  20%. Rasio keuangan  yang  dihitung  terdiri  dari:  Rasio likuiditas,  dihitung  current  ratio  dan quick  ratio, berdasarkan  hasil  perhitungannya  menunjukkan bahwa  perusahaan  dalam keadaan  likuid artinya perusahaan  mampu  membayar  hutang  jangka  pendek tepat  pada waktunya.  Rasio  solvabilitas, dihitung  total  debt  to  equity  ratio,  berdasarkan  hasil perhitungannya  menunjukkan  bahwa perusahaan  dalam  keadaan  solvabel  artinya perusahaan  mampu membayar  seluruh  hutangnya baik  hutang  jangka  pendek  maupun hutang  jangka  panjang.  Rasio rentabilitas,  dihitung  net profit  margin  dan  rate  of  asset, berdasarkan  hasil  perhitungannya menunjukkan  bahwa perusahaan  dalam  keadaan rentabel  artinya  perusahaan  mampu  memperoleh  laba pada  suatu periode  tertentu. Rasio  aktivitas,  dihitung  receivable  turn  over  dan  inventory  turn  over, berdasarkan  hasil perhitungannya  menunjukkan  bahwa  perusahaan  dalam  keadaan  mampu melakukan aktivitas dalam menjalankan kegiatan perusahaan.

Berdasarkan  hasil  perhitungan  rasio  keuangan  diatas  maka  dapat  disimpulkan  bahwa perusahaan  debitur  memiliki  kinerja  perusahaan  yang  sehat  sehingga  layak  diberikan kredit (permohonan kreditnya dapat disetujui). Jadi, dalam hal ini penulis berpendapat bahwa analisis laporan keuangan perusahaan debitur menjadidasarpengambilan keputusan pemberian kredit modalkerja.

     
     
Powered by Shinzo Technologies and Sidik Hanrei