|
|
| Penulis |
: |
Iwan Suhermawan, S.E., M.M. |
| Karya Ilmiah |
: |
|
| Penerbit |
: |
InSearch, Universitas Informatika dan Bisnis Indonesia |
| Tahun Terbit |
: |
2009 |
| Volume |
: |
2 |
| ISSN |
: |
ISSN 2085-7993 |
| Halaman |
: |
1 |
| Kata Kunci |
: |
Harga Saham, Deviden Yield |
| Abstrak |
: |
Penelitian ini merupakan penelitian empiris tentang pengaruh harga saham terhadap deviden yield untuk 22 perusahaan yang sudah go public di bursa efek Jakarta.. Adapun maksud dan tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perubahan harga saham pada tahun 2003-2004 dan untuk mengetahui perubahan deviden yield pada tahun 2003-2004 serta untuk mengetahui besarnya pengaruh perubahan harga saham terhadap perubahan deviden yield.
Dari hasil penelitian yang dilakukan, dapat dibuktikan dengan perhitungan statistik, yaitu persamaan regresi sebagai berikut : Y = 6,76 + 2,32 X artinya Ketika nilai a (konstanta) sebesar 6,76 (tetap) menyatakan bahwa jika tidak ada perubahan harga saham maka perubahan deviden sebesar 6,76. Koefisien regresi X sebesar 2,32 menyatakan bahwa setiap pengurangan sebesar 1 maka akan mengurangi perubahan deviden sebesar 2,32. dengan menghitung besarnya pengaruh variabel X dan variabel Y yang menghasilkan nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,16 Selain itu untuk menguji hipotesa yang penulis ajukan, pertama-tama menentukan tingkat signifikan (α) sebesar 0,5 dan jumlah sampelnya n = 22, yang akhirnya menghasilkan t hitung sebesar 4,53 dengan faktor koreksi yang ternyata jika dibandingkan dengan t table, maka t hitung lebih besar daripada t table (4,53 > 2,08) , hal ini menunjukan bahwa hipotesa yang penulis ajukan ;“Terdapat pengaruh antara perubahan harga saham terhadap deviden yield “ dapat diterima sebagai hubungan positif.
Adapun saran yang perlu disampaikan adalah bagi para emiten yaitu untuk menarik investor dan calon investor, maka sebaiknya menetapkan deviden yield yang tinggi tetapi harus diikuti oleh ekspansi perusahan yang menguntungkan.
|
|
| Inti Sari |
: |
Pasar modal dan dunia perbankan di Indonesia merupakan instrumen penyangga perekonomian Nasional dan dijadikan tolak ukur pertumbuhan ekonomi secara sektoral maupun regional, hal ini terliat jika kondisi pasar modal dan perbankan positif maka pertumbuhan ekonomi berjalan dengan baik dan sebaliknya jika kondisi pasar modal dan perbankan bersifat negatif maka akan perpengaruh terhadap pertumbuhan perekonomian Indonesia secara negatif pula, ini menunjukan bahwa ke dua faktor tersebut sangat besar pengaruhnya terhadap perekonomian Nasional ( Perekonomian Indonesia ) |
| |
|
|
|
|
| |
|
|
|