Apycom jQuery Menus
 


 

 

 

PEMBINGKAIAN MEDIA ONLINE PADA PEMBERITAAN KONFLIK DI WAMENA PAPUA
Agu 2020
Penulis : Hanafi; Nugraha Sugiata; & Agnisa
Karya Ilmiah : Prosiding
Penerbit : Prosiding, Universitas Informatika dan Bisnis Indonesia
Tahun Terbit : 2020
Volume :
ISSN : 2088-2068
Halaman :
Kata Kunci : Pembingkaian, Kerusuhan, Wamena, Rasisme
Abstrak :

Pemberitaan kerusuhan di Wamena Papua menjelaskan mengenai konflik kesalahpahaman terkait kabar hoax ucapan rasisme dari guru kepada siswanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara CNNIndonesia.com dan detik.com dalam membingkai berita terkait kerusuhan di Wamena Papua. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif, dengan analisis framing Zhongdang Pan dan Gerald M.Kosicki. hasil penelitian menjelaskan wartawan dalam Menyusun fakta, terlihat pada kedua media yang memiliki perbedaan, CNNIndonesia.com tidak selalu menggunakan stuktur piramida terbalik sedangkan detik.com selalu menggunakan. Kemudian dalam mengisahkan fakta, kedua media menggunakan pola 5W+1H dengan lebih menonjolkan aspek who berkaitan dengan narasumber (Narasumber) ataupun pihak yang diduga terlibat kerusuhan. Selanjutnya dalam menuliskan fakta CNNIndonesia.com memiliki dua latar informasi berita cenderung tidak konsisten dari headline hingga isi berita, sedangkan detik.com memiliki satu latar informasi sehingga pemberitaannya konsisten. Dalam menekankan fakta kedua media sama dengan menggunakan kata, kalimat serta grafis sebagai pelengkap dari peristiwa yang diberitakan mengenai kerusuhan di Wamena Papua. Kesimpulan dalam penelitian bahwa wartawan dalam menuliskan berita secara semantik kedua media telah menuliskan berdasarkan analisis framing Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki.


Inti Sari :

Pemberitaan kerusuhan di Wamena Papua menjelaskan mengenai konflik kesalahpahaman terkait kabar hoax ucapan rasisme dari guru kepada siswanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara CNNIndonesia.com dan detik.com dalam membingkai berita terkait kerusuhan di Wamena Papua. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif, dengan analisis framing Zhongdang Pan dan Gerald M.Kosicki. hasil penelitian menjelaskan wartawan dalam Menyusun fakta, terlihat pada kedua media yang memiliki perbedaan, CNNIndonesia.com tidak selalu menggunakan stuktur piramida terbalik sedangkan detik.com selalu menggunakan. Kemudian dalam mengisahkan fakta, kedua media menggunakan pola 5W+1H dengan lebih menonjolkan aspek who berkaitan dengan narasumber (Narasumber) ataupun pihak yang diduga terlibat kerusuhan. Selanjutnya dalam menuliskan fakta CNNIndonesia.com memiliki dua latar informasi berita cenderung tidak konsisten dari headline hingga isi berita, sedangkan detik.com memiliki satu latar informasi sehingga pemberitaannya konsisten. Dalam menekankan fakta kedua media sama dengan menggunakan kata, kalimat serta grafis sebagai pelengkap dari peristiwa yang diberitakan mengenai kerusuhan di Wamena Papua. Kesimpulan dalam penelitian bahwa wartawan dalam menuliskan berita secara semantik kedua media telah menuliskan berdasarkan analisis framing Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki.

     
     
Powered by Shinzo Technologies and Sidik Hanrei