Apycom jQuery Menus
 


 

 

 

WANITA DAN TATO: STUDI EKSPLORATIF PENCARIAN SENSASI PADA WANITA PENGGUNA TATO DI KOTA BANDUNG
06
Nov 2019
Penulis : Erwin Fazrin
Karya Ilmiah : Prosiding
Penerbit : Prosiding, Universitas Informatika dan Bisnis Indonesia
Tahun Terbit : 2019
Volume :
ISSN : 2088-2068
Halaman : 43-57
Kata Kunci : Pencarian Sensasi, Wanita, Tato
Abstrak :

Penelitian ini bertujuan untuk melihat motif pencarian sensasi dari wanita pengguna tato. Populasi dari penelitian ini kali ini adalah semua wanita pengguna tato permanen yang ada di Kota Bandung. Subjek penelitian dipilih dengan teknik purposive sampling, atas rekomendasi dari salah satu studio tato di Kota Bandung. Subjek yang dilibatkan dalam penelitian kali ini adalah satu orang wanita yang berusia 23 tahun, dan memiliki ± 5 tato permanen pada tubuhnya. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode wawancara tidak-terstruktur. Wawancara dilakukan sebanyak 3 kali, yang berlokasi di rumah subjek, di sebuah kafe, dan di tempat kuliah subjek. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa seorang wanita menggunakan tato sebagai simbol dari kebebasannya untuk berekspresi dan menunjukan eksistensinya di lingkungan sosialnya. Selain nilai estetis, bagi wanita, tato diasumsikan sebagai suatu simbol kebebasan dirinya atas tuntutan-tuntutan dari nilai dan tatanan sosial dimana dia berada. Seorang wanita pengguna tato, memandang dirinya sebagai seorang individu yang bebas dalam bertindak dan berperilaku, akan tetapi tetap menghormati dan menghargai nilai dan norma sosial yang ada. Dalam melakukan interaksi sosial, wanita pengguna tato tidak merasa terganggu dengan adanya tato pada tubuhnya, karena mereka dengan sengaja meletakan tatonya pada bagian-bagian tubuh yang tertutup. Hal ini dilakukannya untuk menghindari pandangan negatif dari masyarakat. Selain itu, mereka berusaha untuk berperilaku dan bersikap se- “normal” mungkin, hal ini dilakukannya untuk menghapus citra negatif yang diberikan oleh masyarakat terhadap pengguna tato, khususnya kaum wanita.


Inti Sari :

This study explores how heavily tattooed woman with sensation seeking motives give meaning to their tattooing practices in the terms of Indonesian cultures. The research method was a qualitative approach based on ‘interpretative interaction’. The participant is a woman with, more or less, 5 tattoos on her body. The research methods involved several depth and unstructured interviews with one heavily tattooed woman. The result shows that tattooed woman uses their tattoo as a symbol for her freedom to express her existence or, in the existentialism word says, for “being-in-the-world”. Aside of self-expression, for tattooed woman, the freedom assumed as a counterclaim over the social values and order of society where she lives. Even though the tattooed woman claimed herself as a free man, they still respect and appreciate the social values and norms. The tattoos she has, doesn’t bother her interaction with the society, because she placed her tattoos at the hidden part of her body on purpose, so the whole society who doesn’t know about her tattoos, doesn’t distracted by her tattoos when she has an interaction with them.  In other word, the tattooed woman, try to act as ‘normal’ as she could, in order to phased out the negative body image who’ve been given by society to the tattoo practitioners, especially tattooed woman

     
     
Powered by Shinzo Technologies and Sidik Hanrei