Apycom jQuery Menus
 


 

 

 

PENGARUH TINGKAT INFLASI TERHADAP PENERIMAAN PAJAK DAERAH DI KOTA BANDUNG PERIODE 2008 S.d. 2017
24
Jan 2018
Penulis : ; Sunardi Rohman
Karya Ilmiah : Prosiding
Penerbit : Prosiding, Universitas Informatika dan Bisnis Indonesia
Tahun Terbit : 2018
Volume :
ISSN : 2088-2068
Halaman : 38-46
Kata Kunci : Tingkat Inflasi, Penerimaan Pajak Daerah
Abstrak :

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh tingkat inflasi terhadap penerimaan pajak daerah di Kota Bandung periode 2008 s.d. 2017, yang mana di dalam periode tersebut terdapat sebuah masalah yang menarik perhatian untuk diteliti yaitu tingkat inflasi yang mengalami kenaikan yang cukup besar pada tahun 2013 dan 2014 dan penerimaan pajak daerah yang tidak mencapai target di tahun 2009, 2016 dan 2017. Populasi dalam penelitian ini adalah data mengenai tingkat inflasi dan penerimaan pajak daerah di Kota Bandung periode 2008 s.d. 2017 dengan teknik sampling yang digunakan adalah teknik sampling jenuh atau biasa disebut teknik sensus. Hasil yang diperoleh dari uji t menunjukan bahwa variabel tingkat inflasi tidak berpengaruh signifikan terhadap penerimaan pajak daerah di Kota Bandung periode 2008 s.d. 2017, karena berdasarkan perhitungan uji hipotesis melalui uji t tersebut, diperoleh nilai signifikansi 0,767 > 0,05 dan  t_hitung ≤ t_tabel (0,307 ≤ 2,36462). Pengujian regresi linier sederhana didapatkan persamaan Y = 115,966 + 1,386X + 0,05. Pengujian korelasi pearson diperoleh angka 0,108 artinya hubungan antara variabel tingkat inflasi dan penerimaan pajak daerah di Kota Bandung periode 2008 s.d. 2017 sangat rendah karena berada dalam interval 0,00 - 0,199. Pengujian koefisien determinasi diperoleh angka 0,012 atau 1,2%, artinya variabel tingkat inflasi mempunyai pengaruh sebesar 1,2% saja atas perubahan yang terjadi terhadap penerimaan pajak daerah.


Inti Sari :

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh tingkat inflasi terhadap penerimaan pajak daerah di Kota Bandung periode 2008 s.d. 2017, yang mana di dalam periode tersebut terdapat sebuah masalah yang menarik perhatian untuk diteliti yaitu tingkat inflasi yang mengalami kenaikan yang cukup besar pada tahun 2013 dan 2014 dan penerimaan pajak daerah yang tidak mencapai target di tahun 2009, 2016 dan 2017. Populasi dalam penelitian ini adalah data mengenai tingkat inflasi dan penerimaan pajak daerah di Kota Bandung periode 2008 s.d. 2017 dengan teknik sampling yang digunakan adalah teknik sampling jenuh atau biasa disebut teknik sensus. Hasil yang diperoleh dari uji t menunjukan bahwa variabel tingkat inflasi tidak berpengaruh signifikan terhadap penerimaan pajak daerah di Kota Bandung periode 2008 s.d. 2017, karena berdasarkan perhitungan uji hipotesis melalui uji t tersebut, diperoleh nilai signifikansi 0,767 > 0,05 dan  t_hitung ≤ t_tabel (0,307 ≤ 2,36462). Pengujian regresi linier sederhana didapatkan persamaan Y = 115,966 + 1,386X + 0,05. Pengujian korelasi pearson diperoleh angka 0,108 artinya hubungan antara variabel tingkat inflasi dan penerimaan pajak daerah di Kota Bandung periode 2008 s.d. 2017 sangat rendah karena berada dalam interval 0,00 - 0,199. Pengujian koefisien determinasi diperoleh angka 0,012 atau 1,2%, artinya variabel tingkat inflasi mempunyai pengaruh sebesar 1,2% saja atas perubahan yang terjadi terhadap penerimaan pajak daerah.

     
     
Powered by Shinzo Technologies and Sidik Hanrei