|
|
| Penulis |
: |
Hanafi |
| Karya Ilmiah |
: |
Prosiding |
| Penerbit |
: |
Prosiding, Universitas Informatika dan Bisnis Indonesia |
| Tahun Terbit |
: |
2015 |
| Volume |
: |
|
| ISSN |
: |
2088-2068 |
| Halaman |
: |
74 - 81 |
| Kata Kunci |
: |
Manajemen Kebersamaan, Pemberitaan Hoax |
| Abstrak |
: |
Tulisan ini bertujuan untuk menguraikan tentang bahaya informasi atau pemberitaan
“hoax” di tengah pesatnya kemajuan teknologi dan media kominfo, khususnya di Indonesia.
Situasi kondisi geostrategis, geopolitik, dan geokultural bangsa dan negara kita yang begitu
beragam dan menyebar, sangat rawan oleh terpaan informasi atau pemberitaan hoax berupa isu, kebohongan, dan fitnah yang dapat memecah-belah keberadaan NKRI sebagai sebuah
masyarakat bangsa.
Dalam memaparkan tulisan ini digunakan studi literature dari sumber-sumber perkuliahan
dan seminar tentang hoax, beberapa buku ilmu komunikasi, dan tulisan para ahli dan praktisi
maupun referensi dari perundangan yang berlaku terkait tema. Kemudian semuanya dipadukan untuk meniyoroti fenomena yang terjadi serta menganalisisnya sesuai fakta yang sedang berlangsung.
Hasil kajian memberikan pengetahuan mengenai arti, bahaya yang dikandung, serta
langkah menghadapi maraknya persoalan hoax ini dewasa ini. Beberapa temuan menyimpulkan, bahwa menghadapi pemberitaan hoax adalah tanggungjawab bersama antara pemerintah sebagai pemandu dan pengarah dengan pihak media kominfo, individu serta keluarga sebagai basis sosial yang paling utama.
Strategi menghadapi bahaya hoax adalah pendidikan dan pembinaan bidang komunikasi
yang mampu memberi kesadaran, kedewasaan, kode etis profesional berdasarkan tata nilai
kesopanan masyarakat, serta nilai-nilai keagamaan berbasis pendekatan dan metode yang
bernilai kebajikan dan kemaslahatan bersama di setiap tahapan maupun proses komunikasi yang berlangsung.
|
|
| Inti Sari |
: |
Tulisan ini bertujuan untuk menguraikan tentang bahaya informasi atau pemberitaan
“hoax” di tengah pesatnya kemajuan teknologi dan media kominfo, khususnya di Indonesia.
Situasi kondisi geostrategis, geopolitik, dan geokultural bangsa dan negara kita yang begitu
beragam dan menyebar, sangat rawan oleh terpaan informasi atau pemberitaan hoax berupa isu, kebohongan, dan fitnah yang dapat memecah-belah keberadaan NKRI sebagai sebuah
masyarakat bangsa.
Dalam memaparkan tulisan ini digunakan studi literature dari sumber-sumber perkuliahan
dan seminar tentang hoax, beberapa buku ilmu komunikasi, dan tulisan para ahli dan praktisi
maupun referensi dari perundangan yang berlaku terkait tema. Kemudian semuanya dipadukan untuk meniyoroti fenomena yang terjadi serta menganalisisnya sesuai fakta yang sedang berlangsung.
Hasil kajian memberikan pengetahuan mengenai arti, bahaya yang dikandung, serta
langkah menghadapi maraknya persoalan hoax ini dewasa ini. Beberapa temuan menyimpulkan, bahwa menghadapi pemberitaan hoax adalah tanggungjawab bersama antara pemerintah sebagai pemandu dan pengarah dengan pihak media kominfo, individu serta keluarga sebagai basis sosial yang paling utama.
Strategi menghadapi bahaya hoax adalah pendidikan dan pembinaan bidang komunikasi
yang mampu memberi kesadaran, kedewasaan, kode etis profesional berdasarkan tata nilai
kesopanan masyarakat, serta nilai-nilai keagamaan berbasis pendekatan dan metode yang
bernilai kebajikan dan kemaslahatan bersama di setiap tahapan maupun proses komunikasi yang berlangsung.
|
| |
|
|
|
|
| |
|
|
|